|
Ditulis oleh Frederik Ohsten di Kopenhagen
|
|
Senin, 21 Desember 2009 06:27 |
|
Kegagalan dramatis pembicaraan-pembicaraan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim di Kopenhagen berperan dalam menggarisbawahi satu hal: pemerintahan-pemerintahan kapitalis di seluruh dunia tidak mampu menyelesaikan isu yang sangat mendesak, seperti kerusakan lingkungan yang diprovokasi oleh anarki pasar. Kehausan akan keuntungan adalah kontradiksi langsung dengan kepentingan-kepentingan rakyat-pekerja di seluruh dunia. Revolusi sosial dalam skala global adalah jawaban riil satu-satunya bagi persoalan ini.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Elzevira Rozalia
|
|
Sabtu, 19 Desember 2009 18:34 |
|
Baru-baru ini, sebuah insiden penembakan menyedot perhatian khalayak umum. Di jalur Tembagapura menuju area pertambangan PT.Freeport Indonesia puluhan orang luka-luka, empat orang tewas ditembak dalam rentan waktu panjang tak bersamaan. Itu terjadi sejak Juli 2009, hingga saat ini situasi di jalur itu masih mencekam. Tentara Indonesia menuduh Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka sebagai pelakunya. Tidak lama kemudian, Kelly Kwalik, panglima TPN/OPM, diberitakan tewas ditembak oleh pasukan polisi.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Selasa, 03 November 2009 06:01 |
|
Perekonomian Indonesia secara mengejutkan mampu melewati krisis ekonomi dunia dengan cukup baik. Pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) mengalami peningkatan sebesar 4.2% pada paruh pertama tahun 2009. Pertumbuhan ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Di lain pihak, Singapura mengalami pemerosotan GDP sebesar -3.5% pada periode yang sama, Thailand -4.9%, dan Malaysia -5.1%.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Senin, 19 Oktober 2009 19:26 |
|
Kemarin malam (15/10), para petinggi dari enam partai menandatangi kontrak politik untuk mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Mereka adalah Partai Demokrat, PKB, PPP, PAN, PKS, dan Golkar. Koalisi ini memberi mereka total 421 kursi, sebuah mayoritas yang absolut. Bila pada jaman Orde Baru kita memiliki satu partai, yakni Golkar, yang biasanya menguasai 60-70% parlemen, sekarang kita hanya berganti kulit dengan koalisi yang menguasai 75% parlemen. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Rabu, 07 Oktober 2009 22:39 |
|
Satu pelajaran penting dari Venezuela adalah bahwa kedaulatan nasional tidak akan dapat tercapai di bawah kapitalisme. Di Indonesia, perjuangan untuk pembebasan nasional tidak bisa terpisahkan dari perjuangan melawan kapitalisme. Satu-satunya kekuatan yang mampu membawa pembebasan nasional adalah kelas buruh dengan bantuan kelas tani dan kaum miskin kota. Inilah satu-satunya kekuatan yang harus diandalkan. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|