|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Sabtu, 05 Desember 2009 06:12 |
|
Semenjak kudeta yang diluncurkan oleh elit politik, bisnis, dan pihak militer di Honduras bulan Juni lalu, dimana Presiden Jose Manuel Zelaya dipaksa turun dari jabatannya, media internasional telah dipenuhi dengan berita bahwa kudeta ini dilakukan karena Zelaya ingin merubah konstitusi secara tidak demokratis untuk memperkuat kekuasaannya. Tuan-tuan dan nyonya-nyonya pemilik modal di Honduras digambarkan sebagai pembela demokrasi yang siap melakukan apapun untuk melawan kediktaturan Zelaya ini. Akan tetapi, apakah yang sebenarnya terjadi di “Republik Pisang” Honduras ini?
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Sabtu, 05 Desember 2009 05:36 |
|
Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jorge Martin
|
|
Rabu, 23 September 2009 00:00 |
|
Kemarin pagi (22/9) pasukan polisi dan tentara secara brutal menyerang ribuan pendukung presiden Mel Zelaya dan mengusir mereka dengan kekerasan dari pelataran kedutaan besar Brazil di ibukota Tegucigalpa. Akan tetapi, represi brutal ini tidaklah menghancurkan semangat rakyat pekerja Honduras untuk melawan kudeta. Mengikuti kepemimpinan yang diberikan oleh Front Perlawanan Nasional, demo-demo massa dan barikade-barikade dibentuk di semua lingkungan tempat tinggal buruh dan di kota-kota besar di seluruh negeri.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jorge Martin
|
|
Selasa, 22 September 2009 00:00 |
|

Hari Senin lalu (21/9), baru dikonfirmasikan bahwa Mel Zelaya ada di ibukota Tegucigalpa. Dia menyerukan kepada rakyat untuk turun ke jalan dan melindungi dia. Rakyat merespon dengan jumlah puluhan ribu. Beberapa jam ke depan adalah waktu yang menentukan. Perimbangan kekuatan ada di sisi rakyat. Mereka bisa mengantarkan pukulan terakhir terhadap rejim kudeta ini dan memulai membangun rejim politik yang berdasarkan organisasi massa. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Patrick Larsen
|
|
Senin, 10 Agustus 2009 13:49 |
|
Satu tahun yang lalu Pabrik SIDOR dinasionalisasi. Sejak saat itu telah terjadi pertarungan berkelanjutan antara para pekerja yang ingin mengimplementasikan kontrol buruh yang sejati dan elemen-elemen yang sedang melakukan segala cara yang memungkinkan untuk menggagalkan pembentukan "perusahaan sosialis" ini. Ini merupakan bagian dari perjuangan umum antara revolusi dan reformisme dalam gerakan buruh Venezuela. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|