|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Jumat, 16 Juli 2010 16:57 |
|
Piala Dunia sudah berakhir. Ketika debu perayaan telah hilang, ketika botol-botol anggur telah kering dan orang-orang bangun dari mabuk mereka, wajah buruk krisis kapitalis akan kembali menatap rakyat. Ini cerita mengenai dilema rakyat Argentina dan kecintaannya pada sepakbola, ketika mereka memenangkan Piala Dunia 1978 di bawah junta militer, dimana sorak sorai rakyat bercampur dengan jeritan puluhan ribu tahanan politik yang disiksa dan dibunuh. (Foto ini diambil pada saat Piala Dunia 1986, tetapi disensor oleh media mainstream dan FIFA. Spanduk di foto ini menyatakan bahwa tim sepakbola Argentina mendukung "Mothers of Plaza de Mayo" untuk dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian. "Mothers of Plaza de Mayo" adalah ibu-ibu dari 30 ribu kaum muda yang "menghilang" selama kediktaturan junta militer 1976-1983. Ibu-ibu ini menuntut diungkapkannya kebenaran mengenai nasib anak-anak mereka)
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Tamara Pearson
|
|
Jumat, 07 Mei 2010 16:01 |
|
Satu lagi kasus pembunuhan pemimpin serikat buruh di Venezuela. Di negara bagian Aragua, 7 pemimpin buruh telah terbunuh, empat dari mereka terbunuh dalam rentang waktu seminggu pada akhir tahun 2008. Revolusi Bolivarian telah menajamkan perjuangan kelas di Venezuela, dimana para pemilik modal telah menggunakan kekerasan untuk membunuh para pemimpin buruh dan aktivis tani. "Teror Putih" ini tidak pernah dilaporkan oleh media massa karena mereka sibuk melaporkan "Teror Merah"nya Chavez yang mengancam kekuasaan para elit oligarki dan kapitalis. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ady Thea
|
|
Minggu, 25 April 2010 18:54 |
|
Pada tanggal 13 April lalu, ratusan ribu orang memadati jalan raya Bolivar, yang terletak di tengah kota Caracas, Venezuela. Mereka memperingati 8 tahun kudeta yang dilakukan kelompok borjuis terhadap pemerintahan demokratis di bawah kepemimpinan Chavez pada tahun 2002. Namun yang berkumpul bukan hanya massa rakyat biasa. Di tengah-tengah kerumunan terdapat barisan massa rakyat yang memakai seragam hijau dengan memegang senjata AK-47 yang terkenal tangguh dan tahan banting di medan perang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Sabtu, 05 Desember 2009 06:12 |
|
Semenjak kudeta yang diluncurkan oleh elit politik, bisnis, dan pihak militer di Honduras bulan Juni lalu, dimana Presiden Jose Manuel Zelaya dipaksa turun dari jabatannya, media internasional telah dipenuhi dengan berita bahwa kudeta ini dilakukan karena Zelaya ingin merubah konstitusi secara tidak demokratis untuk memperkuat kekuasaannya. Tuan-tuan dan nyonya-nyonya pemilik modal di Honduras digambarkan sebagai pembela demokrasi yang siap melakukan apapun untuk melawan kediktaturan Zelaya ini. Akan tetapi, apakah yang sebenarnya terjadi di “Republik Pisang” Honduras ini?
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Sabtu, 05 Desember 2009 05:36 |
|
Pada hari Sabtu 21 November, Kongres Luar Biasa Pertama Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) dimulai dengan dihadiri oleh 772 delegasi yang berbaju merah. Mayoritas adalah buruh, tani, dan kaum muda, yang dipilih oleh sekitar 2,5 juta anggota (total anggota terdaftar adalah 7 juta!). Atmosfer di dalam kongres ini dipenuhi dengan antusiasme dan harapan. Chavez menyerukan pembentukan Internasionale Kelima untuk menyatukan perjuangan melawan kapitalisme, dan dengan melambaikan buku Lenin Negara dan Revolusi dia mengatakan bahwa Negara Kapitalis yang masih ada di Venezuela harus dihancurkan dan digantikan dengan Negara Buruh yang baru.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|