|
Pada tanggal 25 April yang lalu, di kota Maracay, di Negara bagian Aragua, Venezuela, terjadi pembunuhan terhadap pemimpin serikat buruh, bernama Jerry Diaz. Serikat Buruh Nasional Venezuela (Unete) di Aragua, dalam konfrensi pers mengatakan bahwa terdapat sekelompok orang yang berkumpul di depan rumah Diaz, lalu mereka menembaknya beberapa kali di bagian punggung, dimana ia terbunuh dan beberapa anggota keluarga lainnya terluka.
Diaz adalah anggota eksekutif dari serikat buruh MANPA-Higienicos dan sekertaris pengawasan dan kedisiplinan. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
MANPA-Higienicos adalah perusahaan swasta yang memproduksi kertas toilet, serbet, handuk dan produk-produk sejenis. Perusahaan ini mempekerjakan lebih dari 1.600 orang di Venezuela.
Para pekerja di MANPA-Higienicos berhenti bekerja sejak hari selasa lalu sebagai protes atas peristiwa pembunuhan itu dan kurang tanggapnya pihak berwajib dalam mengusut dan menangani kasus-kasus pembunuhan terhadap anggota-anggota serikat buruh di negara bagian Aragua. Dua bulan yang lalu, pekerja lainnya di perusahaan ini terluka karena ditembak.
Sejauh ini terdapat 7 orang pemimpin serikat buruh di Aragua, semua adalah anggota Unete, telah dibunuh, termasuk Richard Gallardo, yang menjabat sebagai presiden serikat buruh Unete di Aragua ketika itu. Empat dari mereka dibunuh dalam rentang waktu seminggu pada akhir tahun 2008, dan semua pembunuhan dilakukan oleh pembunuh bayaran.
Kongres yang dilakukan Unete pada akhir pekan lalu menyepakati untuk mendesak aparat berwenang di regional dan nasional untuk segera mengusut tuntas kasus ini, dan memberikan sanksi hukum yang sangat berat kepada para pembunuh termasuk dalangnya dan tuntaskan juga kasus pembunuhan terhadap salah satu pemimpin buruh lainnya yaitu Tomas Rangel, yang terbunuh pada 7 Januari lalu. Menurut pemimpin Unete saat ini, Lili Rincon, kasus ini telah dilaporkan kepada lembaga-lembaga berwenang namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari mereka. Diterjemahkan dari: http://venezuelanalysis.com/news/5314 |