|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Sabtu, 06 Maret 2010 06:14 |
|
Sebentar lagi seluruh eksotisme itu lenyap. Tak ada lagi suara riang anak-anak berlarian, mengejar matahari, mengejar mimpi. Tak ada lagi senyum liar menebar, menikmati hari, menikmati pagi. Semua hilang, hanyut, tenggelam, digerus oleh arus modal. Madura Industrial Seaport City, begitulah nama mega-proyek yang tengah menjadi “kebanggaan” warga Surabaya dan Madura. Proyek ini menelan biaya total 4,5 triliun rupiah. Pembangunan jembatan dengan total biaya yang begitu besar ini tujuan utamanya, tentu, bukan untuk memudahkan arus hilir mudik masyarakat dari Surabaya ke Madura (atau sebaliknya). Bukan pula untuk meningkatkan mata pencaharian mereka, atau untuk menyejahterakan rakyat dalam makna yang sesungguhnya. Namun, tidak bisa dipungkiri, proyek ini bertujuan untuk kepentingan modal besar milik segelintir orang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Jumat, 26 Februari 2010 22:19 |
|
Buruh pabrik pembuat tangki Pertamina di wilayah pinggiran Gresik, Jawa Timur, melawan kesewenangan pemilik pabrik yang tidak membayar upah hari libur nasional. Eksploitasi yang dialami oleh buruh PT. MHE terjadi karena, menurut beberapa pimpinan buruh, sambil menyalahkan dirinya sendiri, tidak adanya kejelasan di awal. Mereka bersedia direkrut oleh perusahaan tanpa kejelasan status hubungan kerja dan tanpa kejelasan hak-hak yang diperolehnya. Namun, sebagaimana pernah dikatakan oleh Marx, bahwa proletariat, atau kaum buruh, memang tidak bebas untuk memilih atau masuk ke dalam suatu kontrak, karena mereka tidak memiliki akses terhadap alat-alat produksi dalam masyarakat kapitalis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Fatkhul Khoir
|
|
Minggu, 31 Januari 2010 22:55 |
|
Kisah Marsinah adalah kisah seorang buruh yang kehilangan nyawanya karena membela kesejahteraan kelasnya. Bunga kelas buruh yang muda ini, yang hanya berumur 24 tahun ketika direnggut nyawanya secara kejam oleh tentara demi kepentingan kapital, telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kita. Mari kita kenang Marsinah dengan menyingsingkan lengan baju kita untuk memperjuangkan sosialisme sebagai satu-satunya jalan keluar dari kesengsaraan kapitalisme.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Senin, 04 Januari 2010 04:50 |
|
Sutradara spesialis film dokumenter, Michael Moore, membuat kejutan baru. Ia membuat film yang berkisah tentang cinta terlarang yang kemudian mendatangkan malapetaka di akhir musim gugur tahun 2007. Film yang bejudul Capitalism: A Love Story ini merupakan sindiran ideologis terhadap kapitalisme sebagai sistem dominan yang merusak kemanusiaan dan telah menyebabkan resesi ekonomi global. Film ini sepertinya juga ingin mengingatkan kepada warga Amerika dan dunia bahwa kapitalisme adalah sebuah sistem yang bengis, yang didasarkan atas eksploitasi dan motif meraih keuntungan yang lepas kontrol. Oleh karena itu, harus dilawan!
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Lestari Yuda
|
|
Selasa, 29 Desember 2009 04:00 |
|
Sekelompok mahasiswa revolusioner Untag (Universitas Tujuh Belas Agustus) Surabaya menggelar acara pemutaran film No Volveran dan diskusi politik yang bertema Revolusi Venezuela: Harapan Baru Sosialisme Kepada Rakyat Dunia. Acara yang digelar pada tanggal 22 Desember 2009 lalu tersebut merupakan upaya untuk membangun diskusi revolusioner di kampus Untag yang difasilitasi oleh Sentral Gerakan Mahasiswa Surabaya (SGMS) dan Militan Indonesia. |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
|
|