|
Menunjangkan kaki pada tanah bebatuan merah Tanggalkan ketakutan-kengerian Menjungkalkan tirani yang gagah Abaikan kerinduan-kesedihan
Persembahan bagi keadilan, Bunda ! Perjamuan untuk kebahagiaan, Bunda ! Kusuguhkan cawan cawan manisnya kemenangan, bagi para kekasih, Bunda !
Ku punguti airmata airmata angkara, Sebagai peringatan: Kami Tak Menyerah ! Ku kumpulkan semua yang tertumpah, keringat-darah Sebagai peringatan: Kami Meneguhkan Merah !
Ku persembahkan semua bagi derita Agar berubah menjadi sukacita Ku persembahkan untuk Ibunda, untuk engkau Agar Bunda tak lagi bersedih hati Tertikam kejamnya patriarki
Bunda, Rindu aku, Dengan Engkau
Memang tak pernah kau ajari aku makna pemberontakan Samasekali tak kau tunjukkan pedihnya derita penindasan
Ahh Bunda, aku semakin rindu, dengan engkau Rindu jemarimu, yang menyapu punggungku, hingga lelap aku
Tapi Bunda, Aku pamit Mohon ampun, tak kuindahkan manisnya amarahmu Cukup Bunda, jangan deraskan tangisku
Ini Bunda, Sudah ku ambilkan sebakul bunga Akan kusiramkan pada nisan ayah Titipkan salamku buat ayah, jika Bunda bertemu, di mimpi Salam penuh takzim padanya, katakan juga: Aku Rindu Lelaki itu, Ayahku !
Ampun Bunda, jangan deraskan airmataku Aku pamit
Untuk mengumpulkan semua keringat-darah yang tertumpah Kupersembahkan bagi mereka, yang tak menyerah Untuk memunguti airmata airmata angkara Sebagai peringatan bagi mereka:
Agar Tirani Turun Tahta !!!
----------- Kld, 11 Nopember 2009 5.21am barrapravda
(Hujan, dan aku, Rindu Bunda, dan aku, menangis !!!) |