Agar Tirani Turun Tahta, Bunda! Cetak E-mail
Ditulis oleh Barrapravda   
Minggu, 06 Juni 2010 00:07

Menunjangkan kaki pada tanah bebatuan merah
Tanggalkan ketakutan-kengerian
Menjungkalkan tirani yang gagah
Abaikan kerinduan-kesedihan

Persembahan bagi keadilan, Bunda !
Perjamuan untuk kebahagiaan, Bunda !
Kusuguhkan cawan cawan manisnya kemenangan, bagi para kekasih, Bunda !

Ku punguti airmata airmata angkara,
Sebagai peringatan: Kami Tak Menyerah !  
Ku kumpulkan semua yang tertumpah, keringat-darah
Sebagai peringatan: Kami Meneguhkan Merah !

Ku persembahkan semua bagi derita
Agar berubah menjadi sukacita
Ku persembahkan untuk Ibunda, untuk engkau
Agar Bunda tak lagi bersedih hati
Tertikam kejamnya patriarki

Bunda, Rindu aku, Dengan Engkau

Memang tak pernah kau ajari aku makna pemberontakan
Samasekali tak kau tunjukkan pedihnya derita penindasan

Ahh Bunda, aku semakin rindu, dengan engkau
Rindu jemarimu, yang menyapu punggungku,
hingga lelap aku

Tapi Bunda,
Aku pamit
Mohon ampun, tak kuindahkan manisnya amarahmu
Cukup Bunda, jangan deraskan tangisku

Ini Bunda,
Sudah ku ambilkan sebakul bunga
Akan kusiramkan pada nisan ayah
Titipkan salamku buat ayah, jika Bunda bertemu, di mimpi
Salam penuh takzim padanya, katakan juga: Aku Rindu Lelaki itu, Ayahku !

Ampun Bunda, jangan deraskan airmataku
Aku pamit

Untuk mengumpulkan semua keringat-darah yang tertumpah
Kupersembahkan bagi mereka, yang tak menyerah
Untuk memunguti airmata airmata angkara
Sebagai peringatan bagi mereka:

Agar Tirani Turun Tahta !!!

-----------
Kld, 11 Nopember 2009
5.21am
barrapravda

(Hujan, dan aku, Rindu Bunda, dan aku, menangis !!!)

 
RocketTheme Joomla Templates