|
Pengambil-alihan perusahaan
produksi susu "Los Andes" oleh pemerintahan Venezuela telah sekali lagi
mendorong ke depan diskusi mengenai komite-komite buruh di dalam Revolusi
Bolivarian, dan apa sikap kaum revolusioner dan kelas pekerja terhadap
komite-komite tersebut.
Saat mengunjungi Merida setelah
menyita perusahaan tersebut dan di dalam pidatonya kepada aktivis-aktivis PSUV (Partido Socialista de Venezuela,
Partai Persatuan Sosialis Venezuela) di gedung pertemuan Poliedro, Chavez mengatakan:
"Komite-komite
buruh harus dibentuk, yakni komite-komite sosialis, guna mentransformasi pabrik
dari dalam. Para pekerja harus mengetahui apa yang terjadi di dalam perusahaan,
dan berpartisipasi di dalam pengambilan keputusan". Dia kemudian menyimpulkan:
"Kelas pekerja dan rakyat haruslah menjadi pelopor di dalam proses sosial ini".
Ini bukanlah pertama kalinya
Chavez menyerukan kelas pekerja untuk menjadi kaum pelopor revolusi dan seruan
ini tidak boleh diremehkan oleh para pemimpin serikat buruh revolusioner. Untuk
alasan ini, adalah sangat penting untuk mempunyai posisi yang tepat mengenai
komite-komite pabrik yang disarankan belum lama ini oleh Menteri Buruh, José
Rámon Rivero, dan sekarang oleh presiden Chavez.
UNT (Union Nacional de Trabajadores, Serikat Buruh Nasional Venezuela) dan seluruh
gerakan buruh harus mengambil sebuah posisi yang tepat, dan yang paling penting
mereka harus bertindak untuk membentuk komite-komite buruh dari bawah. Ini
harus dilakukan di pabrik-pabrik yang sudah diokupasi oleh buruh, di
pabrik-pabrik yang masih dikontrol oleh kapitalis, dan di perusahaan-perusahaan
milik publik.
Langkah ini
adalah fundamental bila kelas pekerja Venezuela ingin memenuhi tugas-tugasnya
guna mendorong revolusi ini menuju Sosialisme. Ini berarti: ekspropriasi
alat-alat produksi milik kapitalis, pabrik-pabrik, monopoli-monopoli besar,
bank-bank dan tanah. Terlebih lagi, aparatus negara yang tua yang diwarisi dari
Republik Keempat (Pemerintahan sebelum Chavez) harus dihancurkan dan digantikan
dengan negara atau semi-state yang
benar-benar revolusioner.
Bagi kaum
Marxis, kelas pekerja Venezuela adalah satu-satunya sektor yang dapat
mengorganisir sebuah negara revolusioner sebagai sebuah alternatif dari negara
borjuis. Ini adalah satu poin fundamental yang membedakan kaum Marxis dari
tendensi-tendensi lain di kiri.
Kaum tani,
"sektor popular" [kaum miskin kota], dan kaum borjuis kecil, secara sendirian
mereka tidak dapat mengorganisir struktur yang stabil. Yang diperlukan adalah
partisipasi kelas pekerja secara terorganisir, dengan organ-organnya, dengan
struktur kekuataan nasionalnya untuk berkoordinasi (bukan bertentangan atau
tanpa berkonsultasi dengan mereka) dengan "sektor-sektor popular", kaum tani,
dan lapisan kelas menengah. Dengan begitu, akan mungkin
untuk membangun negara revolusioner, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh
Revolusi Bolivarian ini.
Inilah alasan utama mengapa dewan-dewan
komunal yang berdasarkan komunitas-komunitas tidak mampu mengorganisir sebuah
alternatif dari negara borjuis selama bertahun-tahun revolusi, walaupun semua
usaha dan kemajuan telah tercapai dan walaupun semua bantuan ekonomi telah
diberikan kepada mereka oleh pemerintahan Venezuela.
Komunitas-komunitas ini, yakni komunitas
kaum miskin kota
di Venezuela,
memiliki sebuah komposisi sosial yang heterogen. Tentu saja ada kaum
revolusioner yang militan dan berdedikasi di dalam komunitas ini, akan tetapi
sayangnya negera revolusioner tidaklah mungkin dibentuk hanya berdasarkan
komunitas-komunitas.
Satu-satunya jalan adalah kelas pekerja
membentuk organ kekuasaan mereka sendiri dan organ-organ ini harus
berkoordinasi dengan dewan-dewan komunal; bukan untuk berkompetisi dengan
mereka atau berdiri sendirian, tetapi membentuk komunikasi dan koordinasi. Sama
halnya dengan komunitas-komunitas yang tidak mampu mengorganisir negara yang
baru dengan sendirinya, kelas pekerja juga tidak akan bisa merebut kekuasaan dengan
sendirinya bila ia tidak mampu mendapatkan kepercayaan, dukungan, dan
solidaritas dari "sektor-sektor popular". Untuk mencapai hal tersebut,
sangatlah fundamental bagi kelas pekerja untuk mengikutsertakan
tuntutan-tuntutan komunitas ke dalam tuntutan mereka dan di dalam semua
perjuangan mereka kelas pekerja harus membuat hubungan dengan lapisan-lapisan
"sektor popular" yang mencakupi mungkin 50% dari populasi Venezuela.
Proposal
Dewan-Dewan Buruh
Dewan-dewan buruh yang pertama dibentuk di
pabrik INVEVAL dan selama perjuangan buruh di Sanitarios Maracay dan di pabrik INAF di Cagua dengan inisiatif
dari CMR dan FRETECO (Front Buruh Revolusioner di Pabrik-pabrik yang
Diambilalih dan Dikendalikan Buruh) di Venezuela. Sayangnya, tidak ada
organisasi politik lainnya di Venezuela
yang memulai inisiatif membentuk organ-organ kontrol buruh di dalam produksi
sebagai organ-organ kontrol buruh yang demokratis guna menjalankan produksi dan
manajemen perusahaan.
Pada bulan Januari 2007, Menteri Buruh, José Rámon Rivero, secara
verbal menggagaskan pembentukan dewan-dewan buruh. Sampai sekarang, belum ada
undang-undang atau dekrit yang akan memungkinkan implementasi dewan-dewan buruh
ini, ataupun indikasi mengenai apa fungsi dewan ini di dalam pabrik. Kekalahan
referendum 2 Desember yang lalu telah memblok sebuah amendemen dimana
disebutkan dewan-dewan buruh sebagai organ kekuasaan popular. Kemenangan referendum tersebut dapat memberikan dorongan yang besar
untuk membentuk dewan-dewan buruh.
Dari tendensi serikat buruh FSBT
(Fuerza Socialista
Bolivariana de Trabajadores) dimana José Rámon Rivero adalah anggota, belum ada langkah-langkah
konkrit untuk mengimplementasikan dewan-dewan buruh, dalam arena parlemen
maupun dalam perjuangan di pabrik-pabrik. Ini tidaklah mengejutkan karena
kepemimpinan FSBT adalah sektor serikat buruh yang paling dekat dengan kaum
birokrasi reformis di dalam revolusi Bolivarian.
Proposal dari Mentri Buruh
ditolak oleh tendensi-tendensi lain di dalam gerakan buruh, terutama oleh
Orlando Chirino, salah satu pemimpin yang paling terkenal di UNT. Orlando
Chirino juga menentang Referendum 2 Desember yang lalu. Ini adalah kesalahan
yang sangat serius. Argumen utama dari Chirino dalam menentang pembentukan
dewan buruh adalah bahwa ini merupakan manuver dari kaum birokrasi reformis di
dalam pemerintahan untuk meng-subordinasi dan melemahkan gerakan serikat buruh
di Venezuela dan untuk menghancurkan UNT.
"Akan
sangat penting sekali bila organisasi-organisasi serikat buruh dapat mencapai
persetujuan dengan komite-komite buruh, tetapi petunjuk persetujuan ini akan
datang dari negara. Komite-komite buruh haruslah mempunyai otonomi dan apa yang
kita sekarang saksikan adalah bahwa mereka mencoba untuk mengendalikan para
buruh dan organisasi-organisasi serikat buruh mereka ... Yang akan saya
katakan secara terbuka adalah bahwa tujuan dari dewan buruh ini adalah untuk
melemahkan aksi gerakan serikat buruh. Sayangnya, hari ini kita menyaksikan
sebuah aksi yang berbahaya dari pemerintah melalui Menteri Buruh dalam melawan
kebebasan dan otonomi serikat buruh." (Wawancara dengan Orlando Chirinos,
Koordinator Nasional UN, El Universal, 14 Oktober
2007)
Konflik antara Chirino dan sayap kanan FSBT dan Menteri Buruh diketahui
dengan baik oleh banyak orang. Perpecahan antara Chirino, Marcela Maspero dan
FSBT telah melumpuhkan UNT sebagai sebuah organisasi nasional, dan sebagai
akibatnya ini telah melumpuhkan kelas pekerja dan maka dari itu membuatnya
tidak mampu memenuhi tugas-tugas revolusionernya.
Menghadapi situasi ini, banyak
pekerja yang kebingungan. Ini bahkan diperparah ketika FSBT mengatakan bahwa
serikat buruh adalah institusi yang sudah kadaluarsa yang diciptakan oleh
kapitalis dan hanya komite buruh lah yang harus dibentuk.
Ini adalah pendekatan yang
reaksioner karena serikat buruh adalah alat perjuangan buruh untuk membela
kepentingan mereka, yang diciptakan melalui pengorbanan yang luar biasa besar.
Bila dibawah kondisi tertentu kepemimpinan serikat buruh dapat menjadi korup
dan mengadopsi posisi yang pro-boss, ini disebabkan oleh sebuah pendekatan yang
melihat perjuangan pekerja hanya dari sudut pandang serikat buruh-isme, yang
hanya menekankan perjuangan sehari-hari dan menghindari hubungan dengan
perjuangan untuk sosialisme dan melawan kapitalisme. Akan tetapi, ini bukanlah
salah organisasi serikat buruh itu sendiri atau para buruh yang ada didalamnya,
tetapi adalah kesalahan para pemimpin serikat buruh yang reformis dan pro-boss
yang "memimpin" kelas pekerja pada momen-momen tertentu.
Kaum Marxis membela
serikat-serikat buruh dan berjuang di dalamnya untuk sebuah kebijakan yang
militan dan revolusioner. Tetapi kita tidak berhenti disana, kita juga
menekankan bahwa tugas-tugas serikat buruh di dalam sebuah revolusi harus
melampaui tugas-tugas "normal" mereka dan mereka harus merubah diri mereka
menjadi instrumen untuk merebut kekuasaan. Inilah tugas utama UNT.
Dengan tujuan ini di dalam
pikiran kita, para pekerja dari serikat-serikat buruh revolusioner harus mengambil
sebuah posisi yang tepat dalam permasalahan komite buruh. Apa sikap yang harus
diambil oleh aktivis buruh Venezuela dalam hal komite buruh? Apa kita harus
mendukungnya atau menentangnya? Apakah ini adalah serikat buruh versus komite
buruh? Kenyataannya adalah bahwa komite buruh adalah pondasi untuk membangun
sebuah negara alternatif yang revolusioner.
Pengalaman
Revolusi Rusia 1917 and Revolusi German 1923
Secara historis, komite-komite buruh muncul
ketika perjuangan kelas telah mencapai satu titik dimana bentuk kepemilikan
kapitalis dan kontrol kapitalis atas pabrik-pabrik dipertanyakan. Para buruh mulai menduduki
pabrik-pabrik dan mengimplementasikan kontrol buruh dalam produksi. Munculnya
komite-komite buruh menunjukkan betapa dalamnya krisis revolusioner dan
potensial untuk mengorganisir kelas pekerja sebagai kelas penguasa dengan
organ-organ kekuasaannya sendiri. Berulang kali di dalam sejarah, komite buruh
adalah batu pondasi dari negara revolusioner.
Dalam hal ini, pengalaman Revolusi Rusia
1917 adalah penting. Soviet buruh (komite buruh) muncul dari komite mogok kerja
yang berkepanjangan, yang mengkoordinasi pabrik-pabrik lain dan kemudian
menyebar ke seluruh pelosok negeri, ke seluruh komunitas rakyat pekerja dan
seluruh daerah. Komite buruh berfungsi sebagai bagian dari organ kontrol buruh,
yang menjalankan kontrol buruh atas produksi, maka dari itu ia menjadi
kepemimpinan buruh di dalam pabrik, yang anggotanya dipilih oleh buruh sendiri.
Soviet adalah organ embrio dari negara
buruh. Akan tetapi, kaum Bolshevik tidak memuja bentuk Soviet seperti berhala.
Pada satu ketika, mereka juga memikirkan kalau komite-komite pabrik dan bahkan
serikat-serikat buruh dapat memainkan peran sebagai embrio negara buruh.
Pada tahun 1917, Bolshevik tidak menarik
diri dalam berpartisipasi di komite-komite pabrik; bahkan mereka mulai
membentuk komite-komite tersebut di seluruh pelosok negeri. Pada bulan Juli
1919 - setelah "Hari-Hari Juli" dimana kaum birokrasi reformis menindas kaum
Bolshevik dan para buruh - Lenin menyarankan kelas pekerja untuk mengambil alih
tampuk kekuasaan lewat komite pabrik, daripada lewat Soviet.
Seperti yang dijelaskan oleh Trotsky di
dalam bukunya Sejarah Revolusi Rusia
(Bab 26, Bolshevik dan Soviet):
"Pertanyaan
mengenai organisasi massa
mana yang akan menjadi kepemimpinan insureksi bagi partai Bolshevik tidak boleh
dijawab dengan sebuah jawaban yang apriori. Instrumen insureksi bisa saja
dimainkan oleh komite pabrik dan serikat buruh, yang sudah berada di bawah
kepemimpinan Bolshevik, dan di dalam beberapa kasus oleh soviet-soviet tertentu
yang telah bebas dari jeratan para reformis. Lenin, contohnya, mengatakan kepada
Ordzhonikidze:
‘Kita harus memusatkan perhatian kita kepada komite pabrik dan perusahaan.
Komite-komite ini harus menjadi organ-organ insureksi.(...)
"Hari-hari
terakhir bulan Agustus membawa sebuah pergeseran korelasi kekuatan yang
tiba-tiba. Rakyat ketika mereka terpanggil untuk berjuang tidak memiliki
kesulitan untuk membawa Soviet ke posisi dimana mereka berada sebelum krisis
bulan Juli. Dari sini, nasib soviet-soviet ada di tangan mereka sendiri.
Kekuasaan dapat diraih oleh mereka tanpa kesulitan."
Di dalam
Revolusi Jerman 1923, peran komite-komite pabrik sangatlah penting. Sayangnya
revolusi ini dikalahkan, karena kesalahan-kesalahan dari kepemimpinan Partai
Komunis Jerman, yang diberi saran oleh Zinoviev dan Stalin.
Sebab
kekalahan revolusi ini akan diulas di artikel yang berbeda. Tetapi di antara
sebab-sebab kekalahan ini, kita harus menggarisbawahi ketidakmampuan
kepemimpinan Partai Komunis Jerman untuk memahami peran revolusioner dari
komite pabrik, dan pemahaman sempit mereka bahwa kekuasaan hanya bisa direbut
melalui soviet.
Seperti
yang Trotsky tulis di dalam artikelnya Pelajaran
Revolusi Oktober, yang ditulis pada tahun 1924:
"Di negara kita, pada tahun 1905 dan 1917,
soviet buruh tumbuh dari gerakan itu sendiri sebagai bentuk organisasi yang
alami pada satu tahapan perjuangan. Tetapi partai-partai Eropa yang masih muda
ini, yang kurang lebih telah menerima soviet sebagai sebuah ‘doktrin' dan
‘prinsip', akan selalu menemui bahaya fetisisme terhadap soviet, menganggap
soviet semacam faktor yang harus dipenuhi di dalam sebuah revolusi. Akan
tetapi, walaupun soviet memiliki keunggulan-keunggulan yang hebat sebagai organ
perjuangan, ada kemungkinan dimana insureksi terjadi melalui bentuk organisasi
yang berbeda (komite pabrik, serikat buruh, dsb), dan soviet mungkin akan
terbentuk pada saat insureksi itu sendiri, atau bahkan setelah kemenangan telah
diraih, sebagai organ kekuasaan negara."
"Satu hal yang menekankan kembali poin ini
adalah perjuangan dilakukan oleh Lenin setelah Hari-Hari Juli dalam melawan
fetisisme terhadap bentuk organisasi Soviet. Karena Soviet-Soviet yang berada dibawah
SR dan Menshevik telah menjadi, pada bulan Juli, organisasi-organisasi yang
secara terbuka mendorong para tentara untuk melakukan penyerangan dan menghancurkan
Bolshevik, maka dari itu gerakan revolusioner dari massa proletar harus dan
terpaksa mencari jalan-jalan dan channel-channel baru. Lenin mengindikasikan
komite-komite pabrik sebagai organisasi untuk perjuangan merebut kekuasaan.
Sangat mungkin sekali ini dapat terjadi bila bukan karena pemberontakan
Kornilov, yang mendorong soviet-soviet konsiliasonis untuk mempertahankan diri
mereka sendiri dan memberikan kesempatan kepada Bolshevik untuk menginjeksi
sebuah tenaga revolusioner yang baru, mengikat soviet-soviet ini dengan rakyat
melalui sayap kiri, yakni kaum Bolshevik."
"Permasalahan ini memiliki arti yang sangat
penting secara internasional, seperti yang ditunjukkan oleh pengalaman di
Jerman baru-baru ini. Di Jermanlah dimana soviet-soviet dibentuk beberapa kali
sebagai organ insureksi tanpa ada sebuah insureksi yang terjadi - dan sebagai
organ kekuasaan negara tanpa sebuah kekuasaan. Ini menyebabkan: pada tahun
1923, gerakan luas rakyat proletar dan semi-proletar mulai terkristalisasi
sekitar komite-komite pabrik, yang pada prinsipnya memenuhi semua fungsi yang
dimiliki oleh soviet-soviet kita (di Rusia) pada periode sebelum perjuangan
langsung untuk merebut kekuasaan. Tapi justru pada bulan Agustus dan September
1923, beberapa kamerad mengusulkan untuk membentuk soviet-soviet di Jerman.
Setelah sebuah diskusi yang panjang dan panas, proposal ini ditolak, dan memang
ini mesti ditolak. Melihat kenyataan bahwa komite-komite pabrik telah menjadi
pusat penggalangan rakyat revolusioner, soviet hanya bisa menjadi sebuah bentuk
organisasi paralel tanpa isi sama sekali. Mereka hanya dapat mengalihkan
perhatian dari target material insureksi (tentara, polisi, kelompok-kelompok
bersenjata, rel kereta api, dll) dengan menerapkan bentuk organisasi yang
lengkap." (Leon Trotsky, Pelajaran Oktober, Bab 8)
Di dalam
karya di atas, Trotsky menekankan bahwa kita tidak boleh memiliki fetisisme
terhadap Soviet, bahwa kita harus fleksibel dan bahwa organ yang dapat
digunakan oleh kelas pekerja untuk merebut kekuasaan adalah bukan hanya Soviet
saja tetapi juga serikat buruh dan komite pabrik.
Di
Venezuela, pelajaran utama yang dapat diambil dari pengalaman masa lalu ini
adalah bahwa komite-komite pabrik, dan juga serikat-serikat buruh, di dalam
revolusi-revolusi yang lain memainkan peran organ negara buruh yang baru, dan
bahkan sebagai organ untuk merebut kekuasaan. Dan untuk alasan ini, mereka juga
dapat memainkan sebuah peran revolusioner yang menentukan di Venezuela.
Buruh Venezuela Harus Menduduki dan
Mengambilalih Pabrik-Pabrik
Proposal
Mentri Buruh, dan presiden Chavez, untuk membentuk komite-komite buruh harus diadopsi
oleh seluruh gerakan serikat buruh dan pekerja revolusioner, dan harus
diimplementasikan. Bila komite-komite pabrik tersebar di seluruh Venezuela,
atau setidaknya di pabrik-pabrik yang penting, mereka akan menjadi basis,
bersama-sama dengan serikat-serikat buruh, untuk negara revolusioner di masa
yang akan datang yang dibutuhkan oleh revolusi ini.
Tidak ada
kontradiksi antara serikat buruh dan komite buruh atau pabrik. Sebaliknya,
mereka saling melengkapi. Pengalaman perjuangan di Sanitarios Maracay sangatlah
relevan dalam hal ini. Ketika pabrik Sanitarios Maracay diduduki, Komite Pabrik
terdiri dari eksekutif serikat buruh dan sekelompok buruh yang dipilih oleh
majelis buruh. Ini adalah struktur yang lebih fleksibel dan luas dibandingkan
dengan serikat buruh. Pemimpin serikat buruh yang paling penting adalah juga
pemimpin komite pabrik. Anggota-anggota komite pabrik juga dipilih oleh para
buruh sendiri di dalam majelis buruh dan dapat dicabut mandatnya melalui
recall.
Di negara
mana ada seorang presiden yang menekankan bahwa rakyat harus membentuk
komite-komite buruh? Tidak ada satu pun. Ini karena komite-komite buruh atau
pabrik secara langsung akan mendorong isu kontrol buruh. Ini jelas-jelas
berkontradiksi dengan kepemilikan kaum borjuis atas alat-alat produksi dan
keberadaan negara borjuasi.
Inilah
mengapa gerakan buruh revolusioner di Venezuela harus mengambil inisiatif ini
dan mengembangkannya dari bawah daripada menunggu pemerintah untuk
mengimplementasikannya. Sektor-sektor reformis dari FSBT, dengan Menteri Buruh
di depannya, mungkin ingin membentuk komite-komite pabrik dengan cara
birokratik dengan tujuan untuk membangun basis mereka sendiri di antara para
buruh dan menggunakannya untuk melawan serikat-serikat buruh yang revolusioner,
dan terutama untuk melawan tendensi-tendensi lainnya di UNT.
Kita harus
selalu waspada dan melawan setiap usaha untuk merubah komite-komite buruh
menjadi alat kaum birokrat reformis yang bekerja sama dengan para bos untuk
melawan gerakan serikat buruh. Tetapi akan sangat bodoh sekali bila kita tidak
mengadopsi proposal tersebut (proposal pembentukan komite-komite pabrik -
catatan penerjemah) dan mempraktekkannya, bukan dengan cara yang birokratis dan
bukan untuk tujuan sektarian, tetapi untuk membangun struktur-struktur
organisasi yang dapat menjadi batu-batu pembangun untuk kontrol buruh dan
embrio dari negara buruh.
Revolusi
Spanyol (1931-1937) dan Revolusi Bolivarian
Pengalaman di Venezuela sangatlah serupa
dengan Revolusi Spanyol pada satu momen yang spesifik. Pada tahun 1931,
pemimpin reformis dari PSOE (Partai Sosialis Spanyol), Largo Caballero, mulai
menyerukan pembentukan komite-komite buruh di pabrik-pabrik.
Ini adalah sebuah proposal birokratik yang
bertujuan untuk mengontrol gerakan buruh. Akan tetapi, nasehat Trotsky dan kaum
komunis Spanyol adalah untuk tidak menyerukan sabotase terhadap komite-komite
tersebut dan tidak mengutuknya sebagai sebuah manuver dari kaum birokrat
reformis, tetapi sebaliknya untuk mengambil proposal Caballero dan
mempraktekkannya secara revolusioner.
Di dalam suratnya kepada Andres Nin
(pemimpin POUM, Partai Buruh Marxis Persatuan), seorang aktivis revolusioner di
Spanyol, Soviet dan Masalah Balkanisasi,
Trotsky mengatakan:
"Untuk mengutuk
kontrol buruh hanya karena kaum reformis mendukungnya - di dalam kata-kata -
adalah suatu kebodohan yang besar. Sebaliknya, justru karena alasan itu kita
harus merebut slogan ini dengan penuh semangat dan mendorong para buruh
reformis untuk mempraktekkannya melalui front persatuan dengan kita; dan
melalui pengalaman ini kita akan mendorong para buruh reformis ini untuk
menentang Caballero dan para pemimpin buruh yang palsu lainnya."
"Kita berhasil
membentuk Soviet-Soviet di Rusia hanya karena tuntutan tersebut didorong,
bersama-sama dengan kita, oleh Menshevik dan SR, walaupun mereka memiliki
tujuan yang berbeda. Kita tidak dapat membentuk Soviet-soviet di Spanyol karena
kaum sosialis dan kaum sindikalis tidak menginginkan Soviet. Ini berarti bahwa
front persatuan dan kesatuan organisasional dengan mayoritas kelas pekerja
tidak dapat dilaksanakan dibawah slogan ini."
"Tetapi disini,
Caballero didorong oleh tekanan dari rakyat, dan sebagai akibatnya dia
mengadopsi slogan kontrol buruh dan membuka sebuah kesempatan yang besar untuk
kebijakan front persatuan dan untuk membentuk sebuah organisasi yang memeluk
mayoritas kelas pekerja. Kita harus mengambil kesempatan ini dengan kedua
tangan kita."
"Tentu saja,
Caballero akan mencoba untuk merubah kontrol buruh ini menjadi kontrol
kapitalis terhadap kaum buruh. Tetapi permasalahan ini sudah berada di
lingkupan yang lain, yakni relasi kekuatan di dalam kelas pekerja. Bila kita
berhasil membentuk komite-komite pabrik di seluruh Spanyol, maka di dalam era
revolusioner yang kita saksikan sekarang ini, tuan Caballero dan kroni-kroninya
akan kalah di dalam perang yang menentukan ini." (Mengenai Slogan Soviet,
Leon Trotsky,
Revolusi Spanyol)
Kalimat-kalimat di atas sangat cocok dengan
kondisi Revolusi Venezuela
sekarang dan mengindikasikan apa sikap yang harus diambil oleh serikat buruh
dalam hal komite buruh. Aktivis buruh revolusioner dari UNT harus merebut
inisiatif ini dengan kedua tangannya dan membangun komite-komite buruh di semua
perusahaan di seluruh Venezuela
guna memperkenalkan kontrol buruh atas produksi di dalam perusahaan-perusahaan
tersebut.
Mereka harus meluncurkan sebuah kampanye
nasional untuk menuntut pemerintahan Chavez menasionalisasi semua perusahaan
yang sedang di ambang kebangkrutan, telah ditutup, telah diokupasi, atau yang
sedang ada di dalam persengketaan dengan para pekerja, dan juga
perusahaan-perusahaan yang menyabotase ekonomi dan menyebabkan kelangkaan
produk-produk. Dalam hal ini, nasionalisasi industri semen baru-baru ini harus
disoroti sebagai sebuah contoh yang harus diikuti dengan lebih banyak
nasionalisasi.
Majelis-majelis rakyat dan
pertemuan-pertemuan publik harus diorganisir di pabrik-pabrik bila
memungkinkan, dimana komite-komite harus dibentuk dan resolusi-resolusi harus
diputuskan. Hari aksi sedaerah harus diorganisir untuk mendukung pembentukan
komite-komite buruh, dimana tugas sentral kelas pekerja di dalam konstruksi
sosialisme dan perannya di dalam revolusi harus dibicarakan. Ini juga harus
digunakan sebagai platform untuk meluncurkan kontrol buruh dan mempersiapkan
satu tanggal untuk menduduki pabrik-pabrik yang menyabotase revolusi atau
mengeksploitasi pekerjanya.
UNT tidak perlu menunggu pemerintah untuk
mengekspropriasi pabrik-pabrik tersebut. Anggota-anggota serikat buruh di dalam
UNT harus langsung mengambil aksi, duduki pabrik-pabrik tersebut dan memulai produksi:
pabrik-pabrik harus dijalankan di bawah kontrol pekerja, dan tanah di bawah
kontrol petani.
Inilah satu-satunya jalan untuk membangun
sosialisme di Venezuela.
Semua ini, yang harus dijalankan di sektor swasta, juga harus dijalankan di
perusahaan-perusahaan publik yang sumber dayanya disalahgunakan oleh kaum
birokrasi, disini kontrol buruh sangatlah dibutuhkan.
Tugas-tugas komite buruh adalah untuk
melaksanakan kontrol sosial, berjuang melawan sabotase dan penimbunan produk,
mengontrol produksi di setiap perusahaan, membuka pembukuan perusahaan,
mengarahkan hasil surplus pabrik, dan melatih para pekerja di dalam manajemen
dan kontrol pabrik-pabrik. Semua ini dengan perspektif kaum buruh mengambilalih kontrol
perusahaan-perusahaan dan menyingkirkan para kapitalis dan birokrat.
Dengan
menyebarluaskan komite-komite buruh, mengkoordinasikannya dan membangun mereka
berdasarkan serikat-serikat buruh UNT di setiap pabrik, kota, atau daerah,
dengan bekerja sama dengan dewan-dewan komunal, kita dapat membangun struktur
untuk sebuah negara revolusioner yang baru. Negara pekerja ini, bersama-sama
dengan komunitas-komunitas yang terorganisir, akan dapat menggantikan negara
yang diwarisi dari Republik Keempat dengan birokrasinya yang sangat berbahaya
bagi Revolusi Venezuela. Inilah satu-satunya cara untuk
membangun sosialisme di Venezuela.
(Diterjemahkan oleh Ted Sprague dari Venezuela: The UNT and factory committees - A Marxist
analysis of revolutionary strategy, Yonnie Moreno, 22 Mei 2008)
|