|
Ditulis oleh Ted Sprague
|
|
Rabu, 13 Januari 2010 05:49 |
|
Di dalam gerakan revolusioner, masalah keuangan adalah masalah politik, bukan masalah pembukuan semata. Tugas-tugas organisasi lahir dari perspektif politik, dan rencana keuangan lahir dari tugas-tugas organisasi yang harus kita emban. Tidak peduli seberapa gemilang perspektif dan ide kita, bila kita tidak memiliki sumber daya untuk mempraktekkannya maka ide-ide yang paling revolusioner pun hanya akan jadi obrolan sambil lalu di warung kopi. Oleh karena itu, setiap organisasi revolusioner, baik itu partai politik maupun serikat buruh, harus mempunyai sikap yang serius terhadap masalah keuangan. "Berani membayar iuran yang besar berarti berani untuk memerdekakan kaum buruh." (Semaoen, Penuntun Kaum Buruh) |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Jesus S. Anam
|
|
Minggu, 18 Oktober 2009 05:01 |
|
The Revolution Betrayed karya Leon Trotsky, yang rencananya akan diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Militan, merupakan salah satu karya besar Marxis. Ini adalah satu-satunya karya Marxis yang menganalisa dengan serius apa yang terjadi pada Revolusi Rusia setelah kematian Lenin. Karya ini, selain bisa menjadi refleksi historis untuk perjuangan revolusioner hari ini, juga bisa memberikan penjelasan ilmiah bagi publik yang sebagian besar telah diracuni oleh analisa-analisa “ilmiah” dari para intelektual kapitalis. Tanpa pengetahuan mendalam tentang karya ini adalah mustahil untuk memahami sebab runtuhnya Uni Soviet.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods
|
|
Selasa, 23 Desember 2008 10:50 |
|
Semua teori, program, dan kebijakan cepat atau lambat akan menemukan ekspresinya di dalam praktek. Teori Revolusi Permanen, yang merupakan salah satu perkembangan teori Marxis yang paling penting, sudah dikonfirmasikan secara positif oleh Revolusi Oktober 1917 di Rusia. Teori ini juga sudah dikonfirmasikan, secara negatif, di dalam banyak peristiwa semenjak itu. Contoh yang paling buruk dari ini adalah pembantaian satu setengah juta kaum komunis Indonesia pada tahun 1965. |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Phil Mitchinson
|
|
Selasa, 13 Februari 2007 11:51 |
|
Untuk berjuang melawan kapitalisme dan membawa sosialisme ke bumi ini, sebuah perspektif dan ide yang revolusioner dibutuhkan. Marxisme adalah kaca mata analisa yang bisa memberikan pemahaman komprehensif akan gerak masyarakat. Tanpa pemahaman revolusioner, tidak akan ada aksi revolusioner.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Alan Woods dan Ted Grant
|
|
Kamis, 25 Juni 1998 00:00 |
|
Indonesian translation of
Marxism and the Struggle Against Imperialism: Third World in Crisis by Ted Grant and Alan Woods (June 25, 1998)
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|