Sosialisme
Revolusi yang Dikhianati: Sekapur Sirih dari Penyunting Cetak E-mail
Ditulis oleh Ted Sprague   
Minggu, 16 Mei 2010 16:33

80 tahun sebelum Revolusi yang Dikhianati ditulis, Marx yang masih muda pada saat itu menulis bahwa dengan basis teknologi dan tingkat produksi yang rendah “hanya kemiskinan yang akan menjadi umum, dan dengan kemiskinan maka perjuangan untuk kebutuhan hidup akan dimulai kembali, dan semua sampah lama itu akan bangkit lagi.” Inilah yang menjadi premis utama dari analisa yang dikembangkan oleh Trotsky mengenai proses degenerasi Uni Soviet. Tidak mencari-cari di awang-awang penyebab degenerasi ini, tidak di dalam kepribadiannya Stalin atau individu-individu lain, tetapi di dalam kondisi material yang ada.

Selanjutnya...
 
Mengenai Otoritas Cetak E-mail
Ditulis oleh Friedrich Engels (1873)   
Kamis, 25 Februari 2010 05:27

Apa itu otoritas? Apa basis material dari otoritas? Disini Engels menjawab kaum Anarkis mengenai prinsip otoritas. Mereka yang tidak percaya otoritas maka tidak percaya akan revolusi proletar, karena revolusi proletar adalah hal yang paling otoriter dimana kelas buruh memaksakan kehendaknya kepada kelas kapitalis untuk menyerahkan kendali dan kepemilikan pabrik and ekonomi. Kelas buruh pun harus menggunakan otoritasnya untuk melawan perlawanan kelas kapitalis yang ingin melaksanakan konter-revolusi karena tidak ada kelas penguasa yang akan begitu saja menyerahkan kekuasaannya.

Selanjutnya...
 
Kaum Intelektual dan Sosialisme Cetak E-mail
Ditulis oleh Leon Trotsky (1910)   

Otak kaum buruh dari sudut pandang fisik lebih bebas. Penulis tidak harus bangun tidur ketika ayam berkokok, di belakang punggung dokter tidak ada mandor, kantong pengacara tidak diperiksa ketika dia meninggalkan pengadilan. Tetapi sebagai gantinya, kaum intelektual bukan hanya harus menjual tenaga-kerjanya, bukan hanya ototnya, tetapi seluruh kepribadiannya sebagai seorang manusia.

Selanjutnya...
 
Meluruskan Revolusi Permanen Cetak E-mail
Ditulis oleh Ted Sprague   
Rabu, 20 Mei 2009 05:28

Apa itu Revolusi Permanen? Sejak diterbitkannya buku Revolusi Permanen di Indonesia beberapa bulan lalu, beberapa tanggapan telah dilontarkan yang isinya adalah kurang lebih: Revolusi Permanen tidaklah cocok untuk Indonesia dan bahwa rumus baku Revolusi Permanen tidak memperhatikan kondisi objektif dan konteks politik Indonesia yang unik. Di sini kawan Ted Sprague mencoba menjawab kekeliruan pemahaman Revolusi Permanen dan meluruskan teori revolusioner ini dari pelintiran-pelintiran yang tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya...
 
Reason in Revolt (Bahasa Indonesia) Cetak E-mail
Ditulis oleh Alan Woods and Ted Grant   
Jumat, 30 Mei 2008 04:57

Buku ini ditulis oleh Ted Grant dan Alan Woods dan dipublikasikan pertama kalinya pada tahun 1995, yakni 100 tahun setelah wafatnya Engels. Lalu buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan pada tahun 2006 oleh IRE Press (Institute of Research and Empowerment). Buku ini membela kebenaran ide-ide filosofi Marx dan Engels dengan memaparkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke 20 yang memberikan konfirmasi terhadap metode filosofi Marxisme, yakni dialektika materialisme.

Selanjutnya...
 
Artikel Lain...
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

RocketTheme Joomla Templates